Apa Kabar Sastra Hari Ini ?

pixabay.com

Ketika menulis artikel ini yang ada dibenak saya adalah sebuah pertanyaan tentang "Kesusastraan", apa kabar sastra hari ini? semakin banyak diminatikah? atau justru semakin hari semakin dilupakan.

Ah saya tidak tahu, yang jelas bagi saya dunia sastra itu selalu menjadi hal yang sangat menggairahkan untuk digeluti dari waktu ke waktu. Bagi saya kesusastraan itu ibarat mata air, yang selalu saya butuhkan keberadaannya.

Karena ketertarikan saya dengan sastralah saya belajar dan bersemangat untuk membaca karya-karya sastra. Membaca karya sastra seperti puisi, cerpen, novel itu memberikan energi positif yang maha besar bagi saya. Nalar dan pola pikir saya terlatih dan terus berkembang.

Belajar sastra sungguh mengolah olah rasa, hati bisa bergejolak ketika membaca karya sastra yang penuh dengan pesan-pesan moral yang agung.

Hei sastra apa kabar mu ?

Begitu banyak manfaat yang telah saya dapatkan dari belajar kesusastraan. Cara menulis, cara mengekspresikan, cara berkarya, cara bertindak, cara bertanya. Hal-hal tersebut sungguh sangat bernilai bagi saya. Yang jelas sampai detik ini saya masih kagum, masih akan terus bergelut dengan dunia kesusastraan.

Bagi saya kesusastraan adalah sumber ilmu pengetahuan dimana didalamnya terbapat banyak sekali hal-hal yang dapat diambil. Begitu banyak informasi yang saya dapatkan.

Semakin ingin mengerti dan mengerti lagi, semakin ingin tahu dan tahu lebih dalam, begitulah seterusnya. Tidak ada kata cukup untuk menggali pengetahuan, semakin kita tahu maka semakin kita merasa kekurangan. Karena itu semakin besar pula hasrat untuk terus membaca.

Belajar sastra mengajarkan saya bagaimana menjadi manusia yang seutuhnya. Berfikir dengan nalar dan merasakan dengan hati.

Kini zaman semakin berkembang, dunia dipenuhi dengan hal serba instan, dimana manusia tidak lagi bertindak selayaknya manusia, manusia bertindak layaknya robot.

" Bertindak tanpa hati, bertindak tanpa berfikir"#robot

Manusia saat ini tidak lagi mengenal proses, semakin malas, malas dan semakin malas.

Kita lupa bahwa kita memiliki kekayaan besar,kita semakin jauh dan melupakan kekayan terbesar itu, sebuah kekayanan yang diberikan oleh tuhan.

"Akal budi dan hati nurani"

Disaat dunia mulai menjadi plastik, mari dengarkan kekayaan terbesarmu " Hatimu"





Definisi Sastra, Ciri -Ciri Sastra Dan Fungsi Sastra

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Apa Kabar Sastra Hari Ini ?"

Popular Posts